BAHAYA ES KRISTAL
Seiring
dengan berkembangnya zaman, banyak pula terjadi berbagai hal contohnya saja
kemiskinan. Sehingga tak heran banyak juga diantaranya beberapa oknum yang
melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan yang tinggi seperti,
pemakaian boraks, pewarna yang berbahaya, pemakaian formalin yang berlebihan
pada beberapa jajanan favorit dipinggir jalan, hingga pemakaian deterjen pada
ikan asin agar keliatan lebih bersih dan putih, atau pemakaian pewarna pada
ikan kakap putih, biar menjadi kakap merah. Supaya di pasaran lebih mahal.
Dalam acara Investigasi di TransTV Minggu sore 27 Jan
08, tim investigasi TransTV mengungkap kasus es batu yang banyak digunakan di
warung-warung di seputaran Jakarta. Es batu ini ternyata berasal dari air
Sungai Ciliwung yang...( udah pada tau kan warnanya gimana? Hiy…). Padahal
Sungai Ciliwung yang kita ketahui merupakan tempat yang sering dimanfaatkan
orang-orang untuk menbuang kotoran manusia, kotoran hewan, sampah, bangkai dll.
Awalnya mereka menggunakan zat pemutih (kapurit) agar air keliatan lebih
jernih. Kemudian dimasukkan ke dalam pendingin dan jadilah peti-peti es yang
besar dan bening.
Pada
awalnya Es Batu ini hanya digunakan untuk mengawetkan bahan
makanan (ikan, buah dan sayuran) atau mendinginkan
minuman botol pada kotak2 yang tidak memiliki sistem refrigerator. Sialnya para
penjaja makanan dan minuman dimanapun, mulai di pinggir2 jalan hingga Restoran,
menggunakan Es Batu ini, pada minuman dingin yang mereka jual. Es Teh Manis, Es
Degan, Es Juice, Es Doger,dll.
Kemudian, setelah tim
investigasi TransTV mengambil sampel secara acak di beberapa penjual yang
menggunakan es ini pada aneka minuman dan kemudian mengetesnya di laboratorium,
terbukti dalam es itu mengandung bakteri E. coli jauh di atas batas
normal (10.000 – 20.000 per 100 mL). Dengan kata lain es ini mengandung bakteri
hampir setara dengan (maaf) kotoran manusia. Iihhh…!!!
Namun, sebenarnya apa
sih E.Coli itu?
Escherichia
coli atau biasa disebut E. coli adalah bakteri yang hidup di dalam usus
manusia. Keberadaannya di luar tubuh manusia menjadi indikator sanitasi makanan
dan minuman, apakah pernah tercemar oleh kotoran manusia atau tidak. Keberadaan
E. coli dalam air atau makanan juga dianggap memiliki korelasi tinggi dengan
ditemukannya bibit penyakit (patogen) pada pangan.
Ada beberapa jenis E. coli yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
1. E. coli Enteropatogenik
Tidak membahayakan pada sebagian orang dewasa tetapi sering kali menyebabkan diare pada bayi. Mungkin ditularkan melalui air yang digunakan untuk mencuci botol. Karenanya, botol susu bayi sebaiknya direbus setelah dicuci untuk mencegah diare.
2. E. coli Enteroinvasif
Cukup membahayakan karena dapat menyebabkan penyakit disentri. Biasanya ditandai dengan tinja yang mengandung darah.
3. E. coli Enterotoksigenik
Banyak menyebabkan diare pada para
Ada beberapa jenis E. coli yang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:
1. E. coli Enteropatogenik
Tidak membahayakan pada sebagian orang dewasa tetapi sering kali menyebabkan diare pada bayi. Mungkin ditularkan melalui air yang digunakan untuk mencuci botol. Karenanya, botol susu bayi sebaiknya direbus setelah dicuci untuk mencegah diare.
2. E. coli Enteroinvasif
Cukup membahayakan karena dapat menyebabkan penyakit disentri. Biasanya ditandai dengan tinja yang mengandung darah.
3. E. coli Enterotoksigenik
Banyak menyebabkan diare pada para
pelancong (travelers diarrhea). Bakteri
ini tidak terlalu membahayakan.
4. E.coli Enterohemoragik
Bakteri yang sangat berbahaya. Dalam penelitian Dewayanti-Hariyadi-et.al, 2001, dinyatakan bakteri ini hidup dalam daging giling mentah. Peneliti lain juga menemukannya pada air limbah rumah potong ayam.
4. E.coli Enterohemoragik
Bakteri yang sangat berbahaya. Dalam penelitian Dewayanti-Hariyadi-et.al, 2001, dinyatakan bakteri ini hidup dalam daging giling mentah. Peneliti lain juga menemukannya pada air limbah rumah potong ayam.
Dan adakah cara untuk membunuh E. coli
dengan cara yang efektif?
Cara yang paling tepat untuk membunuh E.
coli yaitu dengan “direbus”/dipanaskan pada suhu 1000C. Karenanya, apabila
ingin menbuat air es sebaiknya memakai air yang telah dimasak terlebih dahulu.
Adapun beberapa kiat aman lainnya agar
terhindar dari E.Coli yaitu :
Kita
hendaknya juga memerhatikan mata rantai es balok dari produsen hingga ke
konsumen. Umumnya, es balok dibawa tanpa kemasan yang baik, hanya menggunakan
karung goni atau malah tidak dikemas sama sekali. Sangat mungkin selama melalui
mata rantai dari produsen ke konsumen, es itu tercemar bakteri E. coli.







0 komentar:
Posting Komentar